Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

CingPau = Si Amplop Lebaran..

Ga terasa kita sudah memasuki Bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan berkah. Dibulan ini pula kita [umat islam] diwajibkan untuk melaksanakan ibadah Puasa serta meningkatkan amal ibadah lainnya.

Fenomena yang tidak bisa lepas dari suasana Bulan Ramadhan khususnya di Negara Indonesia adalah Tradisi Mudik. Momen mudik merupakan kesempatan untuk berkumpul dengan orang tua, keluarga, sanak saudara, teman dikampung halaman setelah sekian lama pergi merantau.

Saat berkumpul dengan keluarga/sanak saudara, biasanya ada acara yang sangat dinanti [biasanya oleh anak-anak] yaitu Acara BAGI-BAGI DUIT. Meskipun nominalnya tidak seberapa, namun tidak mengurangi keceriaan bagi anak-anak. [keponakanku..belum apa-apa, baru puasa tiga hari aja dah nagih Amplop Hijau -hammer-]. Uang yang dibagikan biasanya berupa uang pecahan kecil, lebih -mantaff- lagi kalau uangnya masih baru.

Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan uang pecahan kecil, Bank Indonesia bekerjasama dengan 50 Bank Swasta dan BPR menyediakan tempat untuk melayani penukaran uang pecahan kecil menjelang hari raya.

Berikut lokasi-lokasinya :

1. Bank Artha Graha Cabang Tanah Abang, Jatinegara, Mangga Dua Pasar Pagi.
2. BCA Cabang KCU Asemka, Pluit, Sudirman, Pasar Baru, Daan Mogot, Thamrin, Wisma Asia, Wahid Hasyim, Rawamangun.
3. BNI Cabang Tanah Abang, Grand Indonesia, Wisma 46, Rawamangun, Mall Pondok Indah, Mayestik.
4. BRI Cabang Jatinegara, Pasar Minggu, Kebayoran Baru, Kota, Tangerang, Cilegon
5. Danamon Cabang Telepon Kota
6. Bank DKI Cabang Juanda, Matraman, Permata Hijau, Bendungan Hilir, Tanjung Priok, Walikota Jaktim.
7. BTN Cabang Harmoni, Bekasi, Tangerang, Bogor, Ciputat, Depok, Cikarang.
8. Bank Mandiri Cabang Juanda, Kebon Sirih, Falatehan, Bekasi Juanda, Tangerang Ki Samaun, Depok.
9. UOB Buana Cabang Harmoni, Asemka, Green Garden
10. Bank Sumut Cabang Induk Jakarta, Panglima Polim, Tanah Abang.

==========================

Semoga bermanfaat...
LUWIH KOMPLIT

Situasi Arus Mudik 2009 Kab. Cilacap

PAntauan Arus Mudik 2009

Situas arus lalu lintas diwilayah Cilacap khususnya di jalur utama selatan atau Cilacap bagian barat yang setiap tahun menjelang Idul Fitri selalu ramai, memasuki hari H - 7 ini masih dalam kondisi yang stabil dan belum terjadi lonjakan atau peningkatan arus lalu lintas. Namun hal tersebut tetap diantisipasi oleh petugas di pos-pos pengamanan. Melalui pantauan yang dilakukan oleh unit Patwal Sat Lantas Polres Cilacap kondisi terkini situasi arus lalu lintas selalu dipantau untuk menentukan langkah-langkah antisipatif

Sumber : RTTMC-DEPHUB
LUWIH KOMPLIT

PASAR MAJENANG TERBAKAR ( Lagi )

Ilustrasi : pueblo.us
CILACAP - Sebanyak 14 kios Pasar di Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Jumat malam (28/8) sekitar pukul 19.15 WIB ludes terbakar. Api dengan cepat membesar dan merambat membakar kios - kios disebelahnya.
Dalam sekejap belasan kios yang telah ditingal pemiliknya pulang kerumah masing-masing telah dilumat si jago merah. Warga masyarakat yang berada disekitar pasar berusaha memadamkan api dengan cara menyiramkan air menggunakan ember, namun usaha para pedagang ini sia - sia karena api justru bertambah besar.
Sekitar 1 jam kemudian barulah 1 unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian. Namun si jago merah sudah terlanjur membesar dan menghanguskan sebanyak 14 kios. Banyaknya kerumunan warga dan sempitnya jalan menuju lokasi pasar membuat para petugas pemadam kebakaran, kerepotan dan tidak bisa bekerja maksimal.belum diketahui apa penyebab dan kerugian dari peristiwa tersebut.
Wakil Bupati Cilacap H.Tatto Suwarto Pamuji yang menerima laporan dari Camat Majenang Drs.Heru Susetyo MSi, yang tengah mengikuti tarhim antar dinas/instansi di aula Makodim Cilacap, buru-buru meninjau lokasi.
Setibanya di lokasi, wakil Bupati Tatto Suwarto Pamuji yang didampingi Ka Badan
Kesbangpollinmas Drs.Yayan Rusyawan MM, Kabag Kesra Drs.Sumaryo MM dan Kabag Humas Setda Aris Munandar MSi menginstruksikan kepada Camat Majenang dan Kepala Pasar setempat untuk segera melaporkan penyebab dan jumlah kerugian sesegera mungkin."Saya berharap besok pagi saya sudah mendapatkan laporan, saya ingin roda perekonomian ini tetap berjalan," tandasnya.
Untuk mencegah adanya penjarahan sejumlah petugas Polsek Majenang diterjunkan ke lokasi kejadian.

Sumber : Humas Pemkab Cilacap
LUWIH KOMPLIT

AMANAT BERSAMA - #Indonesia Unite

IndonesiaUnite merupakan komunitas yang terbentuk secara spontan tak lama setelah bom meledak di Mega Kuningan, Jumat (17/7). Nama IndonesiaUnite muncul pertama kali melalui microblogging Twitter oleh pengguna berinisial mrhananto. IndonesiaUnite selama ini mengajak semua orang untuk melakukan kegiatan untuk meningkatkan kecintaan kepada Indonesia.

Dalam situsnya disebutkan, "Amanat Bersama #IndonesiaUnite" ini disusun bersama-sama melalui proses Wiki yang berjalan di halaman web IndonesiaUnite sejak 9 Agustus 2009 sampai dengan 14 Agustus 2009. Berikut pernyataan Amanat Bersama #IndonesiaUnite:

- Kami adalah generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

- Kami adalah generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami memilih menjadi pemberani.

- Kami adalah generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Karena itu, kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui karya kemanusiaan di mana pun kami berada.

- Kami adalah generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan, kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi.

- Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya.

LUWIH KOMPLIT

Budiman Sudjatmiko - Cah Majenang Sing Kumencar


Walau sudah lama terjun di gerakan mahasiswa, nama Budiman Sudjatmiko melambung tatkala meletus Peristiwa 27 Juli 1996. Kala itu ia Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang dituding oleh pemerintah berada di balik kerusuhan massa. Sebab, PRD tampak aktif “menunggangi” demonstrasi massa PDI Megawati. Ia dan aktivis PRD lainnya diburu, ditangkap, dan diadili, serta dipenjara. Budiman tertangkap di Bekasi, 11 Agustus 1996, kemudian menjalani masa-masa persidangan yang melelahkan. Oleh majelis hakim PN Jakarta Pusat, ia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara. Pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, Budiman dibebaskan, 10 Desember 1999. Justru karena tindak represif itulah nama Budiman sepertinya jadi melegenda sebagai pemuda pemberani.

Budiman, yang sejak kecil biasa bergaul dengan petani dan buruh, saat SMA baik di Yogyakarta maupun di Bogor, sudah bersentuhan dengan kelompok diskusi yang diselenggarakan mahasiswa. Di Bogor, ia pernah ditangkap dan diinterogasi karena membuat forum diskusi. “Hal itulah yang makin menggosok saya untuk terjun di dunia pergerakan,” ujarnya. “Kebetulan sejak kecil saya juga suka membaca sejarah seperti tentang Bung Karno, John F. Kennedy, Mao Tse Tung, dan sebagainya yang saya dapatkan dari gudang buku kakek saya.”

Tahun-tahun pertama kuliah di Fakultas Ekonomi UGM di Yogyakarta, ia membentuk kelompok studi, dan kemudian bergabung dengan gerakan mahasiswa yang sudah ada. Karena pilihannya untuk total berkiprah dalam gerakan, termasuk mengorganisasi petani di Cilacap dan Ngawi, Jawa Timur, Budiman meninggalkan bangku kuliah, sampai orangtuanya syok. Hingga pada 1995 ia dipercaya oleh teman-temannya untuk “mengkudeta” Ketua Perhimpunan Rakyat Demokratik, Sugeng Bahagijo, yang dianggap terlalu moderat. Lalu, bersama pengurus yang lain, ia mendeklarasikan berdirinya Partai Rakyat Demokratik, menjelang peristiwa penyerbuan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, Juli 1996.

Keluar dari penjara, ia terus memimpin partainya mengikuti Pemilu 1999, walau tak mendapat suara di DPR. Sebagai ketua partai gurem, tak heran jika Budiman naik bus ke mana-mana. Dan ini pernah membuat seorang mahasiswi, yang duduk di sebelahnya dalam sebuah bus, hampir tidak yakin akan apa yang disaksikannya. Di saat namanya lagi menjulang, sepulang dari berorasi dalam suatu demonstrasi, tiba-tiba ada gadis keluar dari mobil dan menghampirinya. Sambil memberikan bunga, si gadis mencium pipi Budiman. “Dia tidak berkeringat dan baunya harum sekali,” kenang Budiman.

Selain aktivitas politik bersama PRD, Walau tidak lagi menjai ketua PRD, ia tetap aktif dalam kegiatan politik partai itu. Namaun di tengah kesibukannya, lelaki berkacamata minus ini masih sempat mengerjakan terjemahan dan riset untuk menyambung hidup. Budiman juga menulis di media massa cetak dan menjadi pembicara dalam beberapa forum nasional maupun internasional. Kini, ia menempuh studi di Program Master pada Departement of Political Studies, School of Oriental and African Studies, University of London. Budiman menyukai sastra, antara lain karya-karya Ernest Hemingway, Pramoedya Ananta Toer, Boris Pasternak, dan Sapardi Joko Darmono. Walau memiliki jiwa pemberontak, ia suka musik lembut, terutama klasik, seperti karya Schubert.


Sumber : Pusat Data dan Analisa TEMPO
LUWIH KOMPLIT

PARIWISATA DAN MIMPI MASYARAKAT MAJENANG

OTONOMI daerah diharapkan mampu mendorong peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang makin baik, pengembangan kehidupan demokrasi yang makin baik pula, serta mewujudkan keadilan dan pemerataan bagi masyarakatnya. Segala potensi sumber daya yang tersedia pun diharapkan dapat dikelola secara optimal. Prakarsa, kreativitas, serta partisipasi masyarakat dipacu sebagai upaya percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dan rendahnya kesempatan menikmati hasil-hasil pembangunan. Pariwisata adalah salah satu sektor yang saat ini dinilai mampu menggerakan sektor-sektor yang lain dan mampu.

Sayangnya, pembangunan wisata di Kabupaten Cilacap sejauh ini masih berorientasi pada sektor kelautan, bahkan cuma terfokus di pusat kota (Kota Cilacap) dan wilayah timur kabupaten. Padahal, kabupaten ini juga mempunyai potensi wisata lain yang cukup baik untuk dikembangkan secara profesional, terutama di wilayah barat seperti Kecamatan Majenang.

Daya Dukung

Membahas masalah pariwisata tentu tidak semata-mata membahas objek wisata itu sendiri, tetapi minimal harus memiliki tiga faktor pendukung. Yaitu: a) objek wisata yang menarik, b) akses yang mudah, dan c) ketersediaan tempat tinggal sementara.

Ketiga faktor tersebut telah dimiliki Kecamatan Majenang. Di kecamatan ini terdapat sejumlah potensi objek wisata yang menarik. Misalnya objek wisata alam Pancuran Manik, berupa air terjun yang cukup besar, dengan ketinggian 40 meter. Curug ini memiliki tiga tingkatan dengan pemandangan alam yang indah, dikelilingi hutan pinus yang rimbun dan alur kelokan Sungai Cijalu yang membuat wisatawan bakal terpesona.

Akses jalan menuju lokasi objek wisata relatif mudah dijangkau. Lokasinya di Dusun/Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, sekitar 10 km ke arah utara dari jalur utama jalan raya Bandung-Purwokerto.

Sudah ada jalur jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat dan kondisi jalan tersebut cukup baik.Di kecamatan ini juga sudah ada tiga hotel yang dapat digunakan untuk menginap dan beristirahat. Daya dukung yang lainnya adalah keberadaan 13 lembaga perbankan dengan tiga unit ATM, sehingga memudahkan pengguna dalam bertransaksi.

Ada lagi beberapa rumah makan yang representatif, dua supermarket, Pasar Induk Majenang, dan sejumlah pertokoan. Semua ini akan memudahkan para wisatawan dalam memenuhi kebutuhannya, termasuk kebutuhan membeli oleh-oleh menjelang pulang nanti.

Pemerintah dan Masyarakat

Untuk mengembangkan objek wisata di Majenang, peran pemerintah daerah sangatlah penting. Peran Pemkab Cilacap tidak sebatas mendukung pengembangan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjembatani dan menjalin kerja sama saling menguntungkan dengan Perhutani. Sebab objek wisata tersebut berada di dalam kawasan hutan milik Perhutani.

Peluang kerja sama tersebut sangat terbuka lebar, mengingat Perhutani saat ini dituntut untuk melakukan diversifikasi usahanya, tak hanya dalam bidang perkayuan saja, tetapi juga mengoptimalkan potensi kawasan hutan yang ada, termasuk pengembangan objek wisata kawasan hutan.

Berkaitan dengan hal ini, dukungan dari lembaga legislatif pun sangat dibutuhkan. Tidak adil kalau berbicara masalah pengembangan suatu objek wisata, belum-belum sudah dihadapkan pada target pendapatan asli daerah (PAD), meskipun disadari hal itu merupakan konsekuensi logis dari setiap rupiah yang dikeluarkan.

Yang terpenting dari semangat otonomi daerah adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang memenuhi kebutuhannya, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, dengan fasilitasi pemerintah. Dengan demikian, pada saatnya mereka dapat mandiri, bahkan memberi kontribusi optimal kepada pemerintah daerah.

Masyarakat juga harus memberi dukungan penuh terhadap perkembangan objek wisata tersebut. Sebab tanpa dukungan masyarakat yang sadar parwisata di lingkungan sekitar, misalnya menjaga iklim kondusif, kebersihan dan kenyamanan, serta mampu menangkap peluang yang ada, maka harapan ini hanya menjadi mimpi di siang bolong.

Potensi masyarakat sadar pariwisata hutan di Majenang saat ini sudah terbentuk, yang diwadahi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wanalestari. Nah, tunggu apa lagi? Mari kita wujudkan. Bukankah realisasi ide besar seringkali berawal dari mimpi? Namun yang terpenting sekarang adalah bangun dan wujudkan mimpi itu. Lebih baik berbuat meski sedikit, daripada cita-cita besar tapi cuma angan-angan.

Ditulis Oleh Heru Susedyono, PNS tinggal di Majenang.
Sumber : Perum Perhutani
LUWIH KOMPLIT
 
Dirojong ku Blogger | Dirancang ku Trik-tips Blog © 2009 | Resolution: 1024x768px | Langkung sae upami di tingali nganggo: Firefox | Ka Tepas